Pemanfaatan Potensi Ekonomi Digital Untuk Mendorong Pembangunan Daerah

August 2, 2018
Posted in Blog
August 2, 2018 Awhan Putri

Pemanfaatan Potensi Ekonomi Digital Untuk Mendorong Pembangunan Daerah

Pemanfaatan ekonomi digital

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Hal ini turut menjadi perhatian Kementerian PPN/Bappenas sebagai penyelenggara Indonesia Development Forum (IDF) pada 10-11 Juli 2018 di Hotel Ritz Carlton Kuningan, dimana pembahasan mengenai potensi ekonomi digital menjadi salah satu sub-tema dalam forum diskusi nasional di bidang pembangunan tersebut. Seperti yang diketahui, masih terdapat kesenjangan dan ketimpangan pembangunan wilayah di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terdapat sebanyak 122 Kabupaten tertinggal di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk mengurangi kesenjangan dan ketimpangan yang ada dengan memajukan daerah tertinggal melalui pembangunan infrastruktur.
pemanfaatn ekonomi digital 2Dalam sesi keempat IDF Imagine Call For Papers dengan sub-tema: Memanfaatkan Potensi Ekonomi Digital Untuk Mendorong Pembangunan Daerah pada 11 Juli 2018, Dr. Valentine Gandhi selaku Founder Yayasan The Development CAFE berkesempatan menjadi salah satu pembicara bersama dengan beberapa pembicara lain diantaranya Nikka Pranata dari Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Maesy Angelina dari Pulse Lab Jakarta, Monica Yaniardani dari Universitas Lund Swedia serta Diastika Rahwidiati yang merupakan Deputy Head of Office Pulse Lab Jakarta sebagai moderator dalam diskusi.

Sebagai pembicara pertama, Nikka Pranata dari LIPI memaparkan penelitian mengenai aksesibilitas dan dampak layanan teknologi keuangan (Fintech) terhadap unit usaha kecil dan menengah. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembayaran secara digital berdampak postif terhadap unit usaha kecil dan menengah. Akan tetapi, sebagian besar responden lebih memilih melakukan pembayaran secara tunai walaupun pembayaran secara digital memiliki banyak keuntungan. Hal ini diakibatkan beberapa faktor diantaranya adanya biaya sms untuk transaksi, penghitungan ganda serta rasa tidak aman dalam menggunakan pembayaran secara digital. Sebagai solusinya, diperlukan sistem pembayaran bersama (joint payment) dan pemerintah perlu menumbuhkan iklim kompetisi melalui sistem pembayaran cepat (fast payment).
pemanfaatan ekonomi digital 5Dalam paparannya, Dr. Gandhi membawakan konsep makalah yang dibuat bersama Sentot Satria, KOMPAK yang berjudul Potential for Blockchain Technology for Improving Village Information Systems. Dr. Gandhi menjelaskan mengenai kelebihan teknologi Blockchain diantaranya lebih cepat, mengurangi biaya, meningkatkan pendapatan, mengurangi resiko serta meningkatkan transparansi. Dalam hal potensi penggunaan teknologi Blockchain dalam meningkatkan Sistem Informasi Desa, dijelaskan bahwa data dapat lebih terdesentralisasi diantara para pemangku kebijakan, akan meningkatkan kepercayaan dan data akan diperbaharui dari waktu ke waktu. Selain itu, teknologi Blockchain dapat menyederhanakan data kesehatan dan dapat mendesentralisasi data keuangan kepada para pemangku kebijakan. Dengan pemilihan teknologi yang tepat, permasalahan yang dialami dalam hal pengelolaan data khususnya di wilayah pedesaan akan dapat diatasi.
pemanfaatan ekonomi digital 3Selanjutnya, Maesy Angelina dari Pulse Lab Jakarta membawakan materi mengenai penggunaan human-centred design untuk mempelajari perjalanan penggunaan teknologi finansial untuk 117 pedagang kecil di beberapa lokasi di pulau Jawa. Fakta yang diperoleh di lapangan mengungkap bahwa dua tantangan utama dalam penggunaan teknologi finansial adalah kesibukan para pedagang dalam menjalankan usahanya membuat mereka kurang memiliki waktu untuk mempelajari penggunaan teknologi baru melalui telepon selular dan pola pikir bahwa layanan keuangan formal bukan untuk mereka, dimana rekening bank hanya digunakan untuk tabungan, bukan untuk pembayaran. Untuk itu, strategi yang dinilai efektif untuk membuat para pedagang kecil beralih menggunakan teknologi finansial yaitu dengan memperkenalkan teknologi tersebut melalui orang terdekat mereka dan menggunakan contoh yang sesuai dengan kebutuhan para pedagang tersebut.
pemnafaatan ekonomi digital 4Sebagai penutup, Monica Yaniardani dari Universitas Lund memaparkan penelitiannya yang berjudul Exploring Talent Management Potential in Digital-Savvy SMEs: A Cluster Analysis from Yogyakarta, Jakarta and Bandung. Perkembangan industri start-up di Indonesia membuka peluang bagi para pelaku industri tersebut untuk memperbesar skala usahanya dengan tidak hanya menggunakan platform online sebagai transaksi tetapi juga untuk manajemen bakat. Walaupun para pelaku industri start-up telah menetapkan strategi manajemen bakat sebagai prioritas, akan tetapi sebagian besar dari mereka masih mengandalkan jaringan pribadi dalam proses rekrutmen. Padahal dengan kemajuan teknologi dan informasi saat ini dapat dilakukan perubahan dalam sistem rekrutmen. Dengan demikian, perusahaan akan memiliki lebih banyak pilihan dalam mencari pekerja dengan bakat terbaik dari seluruh wilayah yang tentunya akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usahanya.
Topik diskusi yang dibawakan para pembicara dalam sesi ini berhasil mengundang antusiasme dari para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang menempati “kursi panas” yang disediakan untuk para peserta yang ingin mengajukan pertanyaan kepada para pembicara. Sebagai kesimpulan dalam sesi ini dijelaskan bahwa disamping memiliki dan mengadopsi teknologi, hal yang paling penting adalah bagaimana memperoleh manfaat dari teknologi tersebut. Diperlukan regulasi untuk mempermudah penggunaan teknologi finansial. Selain itu, konektivitas fisik dan digital harus disatukan untuk menyokong kemajuan ekonomi Indonesia.

Sesuai dengan slogannya: Inspire, Imagine, Innovate, Initiate, penyelenggaraan IDF diharapkan tidak hanya sekedar menjadi sarana berdiskusi tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi ide, pengalaman serta solusi terkait permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan. Gagasan yang terkumpul dari para pembicara dan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang yang meliputi ahli dan praktisi dari instansi pemerintah pusat maupun daerah, pihak swasta, lembaga/organisasi, akademisi dan masyarakat sipil dari berbagai bidang dapat dijadikan sebagai masukan bagi pemerintah. Ide dan gagasan yang diperoleh dalam diskusi selanjutnya harus dapat diterjemahkan dengan baik dalam bentuk kebijakan dan program kerja oleh instansi terkait. Dengan demikian, diharapkan akan diperoleh solusi yang tepat untuk diterapkan di berbagai daerah sehingga dapat mewujudkan pemerataan pembangunan manusia dan ekonomi di Indonesia.

Sumber foto:

Website resmi Indonesia Development Forum

https://indonesiadevelopmentforum.com/2018/gallery/photo/6653-imagine-cfp-session-iv-memanfaatkan-potensi-ekonomi-digital-untuk-mendorong-pembangunan-daerah

Awhan Putri

Research Associate at The Development CAFE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *